Lawang Sewu - Misteri Lawang Sewu Semarang


Lawang Sewu - Apakah Benar Ada 1000 Pintu?



Lawang Sewu, Semarang – Terkadang, dalam benak anda pasti bertanya-tanya. Di Kota Semarang ada kawasan wisata apa aja? Jawabnya adalah wisata bersejarah yang dikemas secara menarik.

Lawang Sewu, adalah bangunan tua khas eropa yang membawa sebuah cerita dimana, kota dengan makanan khas lumpianya ini mempunyai sisi yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Salah satu tempat bersejarah yang harus anda kunjungi di kota Semarang adalah Lawang Sewu. Tempat yang dikenal sangat angker ini menyimpan berjuta misteri yang menarik untuk disimak.

Anehnya, objek wisata ini dijadikan tempat untuk melaksanakan momen prewedding. Berbanding terbalik bukan dengan kesan angkernya.

Sampai saat ini, Lawang sewu masih di miliki oleh PT. KAI. Dari gedung yang memiliki seribu pintu inilah perusahaan bidang transportasi itu berdiri.

Sebelum menjadi objek wisata, tempat ini adalah kantor PJKA. Dan sebelumnya lagi, merupakan kantor dari NIS saat Belanda masih menjajah Indonesia.

Sisi menarik dari wisata Lawang Sewu ini terletak karena namanya. Lawang Sewu ini diambil dari bahasa jawa. Lawang artinya pintu, sewu artinya seribu. Jadi, kalau digabungkan adalah menjadi pintu seribu.

Tetapi, kenyataan dari Lawang Sewu bila anda hitung secara saksama hasilnya hanya 300an. Hanya saja, jendela yang cukup besar dan seperti pintu inilah yang melatarbelakangi penamaan lawang sewu.

Waktu yang paling tepat mengunjungi Lawang Sewu adalah di malam hari. Tetapi, anda harus berhati-hati karena, mitos dan cerita angker disini terbukti nyata. Hanya saja, lampu yang menyala memberikan kesan yang berbeda. Bila anda berkunjung di siang hari.

BACA JUGA : Museum Tsunami Aceh



Lawang Sewu - Apakah Benar Ada 1000 Pintu?


Harga Tiket Masuk

Untuk bisa masuk ke dalam Lawang Sewu anda harus membayar harga tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah untuk orang dewasa.

Bagi anak-anak akan dikenakan biaya sebesar 5 ribu rupiah. Untuk Jam operasionalnya sendiri di buka pada pukul 7 pagi dan akan tutup pada pukul 9 malam.


Alamat dan Rute Lokasi

 

Alamat Lawang Sewu terletak di Komlek Tugu Muda, Jl. Pemuda, Sekayu, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132.

Untuk Menuju ke Lawang Sewu ini anda bisa menggunakan berbagai macam pilihan transportasi. Seperti kereta api, pesawat dan juga bus.

Bagi anda yang memilih menggunakan kereta api. Disarankan turun di stasiun tawang yang jaraknya hanya 3,4 km. Atau memakan waktu kurang lebih 13 menitRute menuju Lawang Sewu bisa melalui jalur Jalan Pemuda. Bila, turun di stasiun semarang poncol jarak yang harus ditempuh kurang lebih 3,5 km dengan estimasi waktu kurang lebih 14 menit.

Bila anda memilih naik bus, turun di terminal terboyo jarak menuju ke objek wisata kurang lebih 8 km dengan estimasi waktu 22 menit.

Jalan menuju Lawang  Sewu bisa melalui jalan kaligawe dan jalan pemuda. Sementara dari bandara Ahmad Yani semarang jaraknya kurang lebih 6,2 km dengan estimasi waktu 15 menit.

BACA JUGA : Dream Museum Zone Bali (DMZ), Museum 3 Dimensi - Bali


Selain menggunakan kendaraan pribadi, anda juga bisa menggunakan pilihan transportasi lain seperti bus dengan harga 5 ribu rupiah. Ojek dan Taksi online dengan harga mulai dari 7 ribu rupiah hingga 40 ribu rupiah.


Sejarah Lawang Sewu

Lawang Sewu - Apakah Benar Ada 1000 Pintu?








Mari kita pergi ke tahun 1942 hingga 1945.  Dimana, pada tahun ini jepang mulai memanfaatkan gedung ini untuk perusahaan tranasportasi Riyuku Sokyoku atau dalam bahasa indonesia adalah Dinas Perhubungan Kereta Api.

Pada bulan oktober tahun 1945 terjadi sebuah pertempuran di gedung ini. Menariknya lagi, pertempuran yang terjadi memunculkan banyak korban berjatuhan kemudian, dimakamkan di halaman gedung lawang sewu.

Kemudian, saat di kelola oleh pemerintah. Mayat-mayat ini pun di pindahkan ke Taman Makam Pahlawan. Selanjutnya, gedung ini dijadikan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).

Sayangnya, Djawatan Kereta Api Republik Indonesia hanya bisa menggunakannya selama 1 tahun saja. karena, saat agresi militer Belanda pada tahun 1949. Gedung ini kembali menjadi milik pemerintahan Belanda.

Setelah Indonesia kembali bisa mengusir Belanda, gedung ini digunakan untuk markas kondam VI Diponegoro. Setelah itu,  gedung ini digunakan untuk kantor wilayah atau  kanwil kementrian perhubungan jawa tengah.

Hingga akhirnya, pada tahun 1994 kawasan ini dikembalikan lagi kepada PT. KAI. Setelah itu, tanggal 5 juli 2011, objek wisata ini  sebagai purna pugar cagar budaya gedung A Lawang Sewu.



BACA JUGA : Hotel Kapsul Bali - Hotel Murah Untuk Backpacker Harga 100 ribuan

Penginapan Sekitar

 

Setelah puas menikmati Lawang Sewu. Saatnya anda untuk pergi mencari penginapan. Dimana, di sekitar Lawang Sewu sudah tersedia banyak penginapan. Mulai dari yang khusus untuk para  Ransel dan juga koper.

Rekomendasi pertama adalah Rumah Taman Backpacker. Fasilitasnya pun cukup lengkap tersedia beberapa kipas angin. Kasur dan bantalnya pun cukup empuk. Kondisi kamar dan lingkungannya pun sangat bersih. Pelayanannya pun cukup mumpuni. Selain itu anda juga bisa mendapatkan sarapan di pagi hari serta akses wifi yang super kencang.

Jarak menuju ke lawang sewu hanya 12 menit saja jalan kaki. Terletak di Jalan Lemah Gempa 1 no.25, Bulustalan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah. 50246. Harga per kamar per malamnya kurang lebih 125 ribu rupiah.

Rekomendasi selanjutnya adalah  Nozz Hotel yang mempunyai fasiltas yang tidak jauh berbeda yaitu akses wifi dan sarapan pagi. Harga per malam per kamarnya mulai dari 140 ribu rupiah. Jaraknya hanya 5 menit saja menggunakan kendaraan bermotor. Terletak di Jalan Amarta Raya, No.20, Krobokan,  Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, 50141.

Lawang Sewu adalah bukti bila Semarang layak disebut sebagai kota Sejarah, Banyak gedung tua yang masih dipertahankan dan terlihat mempesona. Jangan pernah takut mengunjungi tempat ini. Apabila, niat anda baik maka semuanya akan baik-baik saja.
Lawang Sewu - Misteri Lawang Sewu Semarang Lawang Sewu - Misteri Lawang Sewu Semarang Reviewed by sandro on Saturday, October 26, 2019 Rating: 5

No comments

Terima kasih sudah berkomentar.
Thank you for your comment.

Video

Raja Ampat-Indonesia